Review Asus Zenfone 3 Zoom (ZE553KL)





Setelah launching produknya pada Acara Zenfinity 2017 pada pertengahan Maret 2017 lalu, kali ini kita berkesempatan mencoba produk Asus Zenfone Zoom S yang dirilis khusus untuk pangsa pasar Indonesia dan menyasar segment photography pemula atau sebagai gear tambahan disamping kamera DSLR utama. Diluar Indonesia produk ini dinamai Zenfone 3 Zoom karena memang lini saat ini sedang di seri ke-3, namun untuk di Indonesia produk ini dikenal dengan Zenfone Zoom S mungkin maksudnya agar timeline dari produk ini bisa panjang kedepan saat produk Zenfone seri ke-4 akan launching di tahun yang sama.

Ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 625, 4Gb Ram, 12MP camera (depan-belakang), baterai 500mAh dan layar amoled 5.5’ menjadi senjata utama smartphone ini. Defaultnya menggunakan OS Android 7 namun untuk di Indonesia (Zoom S) awalnya terpasang Android 6 dan saat tulisan ini dibuat sudah mendapat Android 7 semuanya. Masih terdapat dual slot sim namun yang satunya mempunyai fungsi hybrid artinya anda diharuskan memilih salah satu dari dua fungsi yaitu dipakai untuk kartu sim atau memory card. Untuk konektivitas sudah mendukung sampai 4G/LTE dan unit yang saya test hanya mempunyai fitur WiFi b/g/n (tanpa a/c) serta didukung juga oleh Bluetooth 4.2 serta GPS untuk positioning diberbagai apps. Dalam paket penjualannya terdapat Smartphone, Jelly case, charger + kabel USB 3.0, earphone, manual dan USB OTG.

Dalam penggunaan sehari-hari kami tidak mengalami kendala berarti namun hanya pada fungsi kameranya khususnya di portrait mode yang masih perlu banyak penyempurnaan dari yang semestinya. Untuk hasil foto-foto dapat dillihat langsung di akun Instagram saya disini. Kemampuan grafisnya boleh dibanggakan karena dapat melahap semua game yang kami install dari playstore macam Mobile Legends Bang-Bang, Wars Robot dan Final Fantasy XV, satu-satunya kendala saat bermain game adalah konektivitas dari provider sim yang tidak stabil namun ketika menggunakan konesi wifi dari kabel lancar terkendali.
Berikut juga kami sertakan hasil test dari aplikasi yang biasa kami gunakan
CPU-Z







Quadrant

Geekbench




Antutu





Kesimpulan
Dengan produk ini kualitas foto yang saya dapatkan dari Asus Zenfone 3 Zoom akan meningkat drastis dari sebelumnya terutama di sector foto dan battery life, hanya sekali charge dari pagi sampai malam cukup untuk beraktifitas tanpa perlu mencari sumber daya. Namun jika dipakai untuk heavy game seperti yang telah saya sebutkan diatas paling tidak sore hari anda perlu charge device ini, kekurangan device ini adalah belum adanya support Quick Charge yang mana di SOC 6XX harusnya sudah mendukung fiturnya namun mungkin Asus ingin menekan harga lisensi sehingga fitur ini tidak diaktifkan. Walau sudah mempunyai baterai berkapasitas besar ada baiknya fitur QC ini tetap diaktifkan karena akan menjadi nilai jual tersendiri. Secara keseluruhan kami merasa puas dengan device ini, well done ASUS!


NILAI (4.8 of 5)

Design
☆☆☆☆☆
Performa
☆☆☆☆★
Penggunaan
☆☆☆☆☆
Battery
☆☆☆☆☆
After sales
☆☆☆☆☆